Biodata


Rusminah, Kelas : 11 5A 07, Nim : 11092437

Minggu, 30 Oktober 2011

Kekeliruan Seputar Penyebab Kanker

Beberapa hal memang diketahui bisa menyebabkan kanker. Tapi sayangnya ada beberapa kesalahpahaman

mengenai penyebab kanker yang beredar di masyarakat. Apa saja mitos seputar penyebab kanker?


Mitos seputar penyebab kanker dari benda dan produk sehari-hari bisa membuat seseorang menjadi

ketakutan dan khawatir berlebihan mengenai kesehatan dirinya atau orang lain.


Sebelum menjadi panik, Timothy Moynihan, MD, spesialis kanker dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota

memberikan beberapa penjelasan mengenai mitos seputar penyebab

· http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=986&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a9f2d374

kanker, seperti dikutip dari Mayoclinic, Selasa (19/7/2011) yaitu:

Mitos: Deodoran bisa menyebabkan kanker payudara
Fakta: Hingga saat ini belum ada bukti yang konklusif mengenai hubungan antara penggunaan antiperspirants atau deodoran dengan kanker payudara. Beberapa laporan memang menuturkan bahwa kandungan bahan seperti paraben dan alumunium bisa terserap melalui kulit dan memasuki tubuh. Tapi tidak ada studi klinis yang menunjukkan produk ini bisa menyebabkan kanker. Jika memang merasa khawatir, maka pilihlah produk antiperspirant atau deodoran yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Mitos: Wadah plastik dan pembungkus makanan untuk microwave bisa menyebabkan kanker
Fakta: Jika memang di wadah tersebut sudah dicantumkan kode aman untuk makanan, maka wadah atau pembungkus makanan ini aman digunakan. Tapi jika wadah tersebut tidak diperuntukkan untuk microwave, maka jangan digunakan karena bahan di dalam wadah tersebut berpotensi mengalami kebocoran dan bereaksi dengan makanan saat terkena suhu panas.

Mitos: Orang dengan kanker tidak boleh mengonsumsi gula karena bisa membuat kanker tumbuh lebih cepat
Fakta: Semua sel termasuk sel kanker memang bergantung pada gula darah (glukosa) untuk energi. Tapi memberikan gula lebih banyak pada sel-sel kanker tidak mempercepat pertumbuhannya, dan mengurangi gula juga tidak memperlambat pertumbuhannya.

Mitos: Orang baik tidak akan mendapatkan kanker
Fakta: Pada zaman kuno, orang yang sakit sering dipandang sebagai hukuman atas tindakan atau pikiran yang buruk dan masih banyak dipercaya oleh orang. Tapi tidak ada bukti sama sekali bahwa orang baik bisa terbebas dari kanker.

Mitos: Kanker bisa menular
Fakta: Kanker bukanlah penyakit menular, karenanya tidak perlu menghindari orang yang terkena kanker. Menghabiskan waktu dna menyentuh orangd engan kanker justru bisa menjadi bentuk dukungan yang baik.


Kue-kue Manis Penyebab Kanker Rahim?

Kue-kue Manis Penyebab Kanker Rahim?

Lebaran kurang lengkap tanpa sajian manis seperti kue lapis, cake, atau biskuit. Rasanya manis dan enak. Namun, sebaiknya waspada. Makanan serba manis ternyata diindikasi menjadi pemicu sel kanker.

Saat Lebaran hampir seluruh camilan manis berjejer di atas meja ruang tamu. Mulai dari permen, roti, kue-kue kering hingga biskuit. Belum lagi aneka kue tradisional seperti aneka kue lapis, bolu, serta dodol. Semuanya serba legit dan manis.

Rasanya yang manis memang sangat enak di lidah, namun tetap harus waspada. Menurut sebuah penelitian terbaru, kebiasaan ngemil makanan manis khususnya pada wanita dapat meningkatkan resiko terkena kanker rahim.

Penelitian yang diterbitkan the jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention ini, menyebutkan konsumsi 2-3 kali seminggu makanan manis, membuat wanita beresiko terkena penyakit sebanyak 33% daripada mereka yang jarang. Jika kebiasaan ngemil lebih dari 3 kali dalam seminggu, resiko kanker rahim akan meningkat menjadi 42 %.

Untuk mencari hubungan antara makanan manis dan kanker rahim, para ilmuawan Swedia mempelajari data dari ribuan wanita pada tahun 1987 dan 1990. Penelitian tersebut telah menjawab puluhan pertanyaan terkait kesehatan diet, gaya hidup, berat badan dan kesehatan secara umum.

Sepuluh tahun kemudian, mereka yang masih hidup menjawab pertanyaan yang lebih luas tentang kebiasaan makan mereka. Pada 2008, para peneliti mencocokkan jawaban wanita tersebut dengan catatan medis mereka. Hal ini dilakukan untuk mencari diagnosa kanker rahim. Hasilnya, mereka menemukan 729 kasus dari 61.226 wanita yang dipelajarinya.

Diketemukan bahwa makanan manis berupa permen, minuman ringan atau soda serta selai tidak memiliki kandungan berbahaya yang bisa meningkatkan resiko terkena kanker. Sedangkan buat wanita yang sering makan kue, roti, dan biskuit dengan kadar gula tinggi bisa memicu resiko hingga 42 % terkena kanker rahim.

Studi ini hanya melihat seberapa sering hal tersebut dilakukan dan tidak melihat seberapa banyak mereka makan makanan manis tersebut. Namun, asupan 35 gram gula sehari tidak hanya bisa menyebabkan kanker, dan tubuh melar, tetapi juga bisa meningkatkan risiko tumor sebanyak 36 %.

Para ilmuwan dari Stockholm’s Karolinska Institute juga mengatakan bahwa makanan yang mengandung kadar gula tinggi bisa membuat tubuh melepaskan lebih banyak insulin. Hal ini merangsang pertumbuhan sel-sel di endometrium atau lapisan rahim secara berlebihan.

Makanan dengan kadar gula berlebih juga dapat meningkatkan kadar hormon estrogen yang telah terbukti memicu pertumbuhan tak terkendali sel-sel pada tubuh. Inilah yang merupakan citi khas sel kanker.

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam

Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar

Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:

  • Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
  • Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
  • Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

Pengobatan Kanker

Pengobatan Kanker

1. Pengobatan Konvensional

- Pengobatan dengan Kemoterapi

Prinsip kerja pengobatan ini adalah dengan meracuni atau membunuh sel - sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi terkadang merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat sistematik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Penggunaan kemoterapi berbeda-beda pada setiap pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada kasus lain dilakukan sebelum atau setelah operasi dan radiasi. Tingkat keberhasilan kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya. Kemoterapi biasa dilakukan di rumah sakit, klinik swasta, tempat praktek dokter, ruang operasi (walaupun jarang dilakukan) dan juga di rumah (oleh perawat, penderita sendiri, atau anggota keluarga lainnya).

Efek samping kemoterapi adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah (akan kembali normal sekitar seminggu kemudian), infeksi (ditandai dengan panas , sakit tenggorokan, rasa panas saat kencing, menggigil dan luka yang memerah, bengkak, dan rasa hangat), anemia, pendarahan seperti mimisan, rambut rontok, kadang ada keluhan seperti kulit yang gatal dan kering, mual dan muntah, dehidrasi dan tekanan darah rendah, sembelit/konstipasi, diare, gangguan sistem syaraf.

- Pengobatan dengan Terapi Penyinaran (Radiasi)

Terapi radiasi biasanya dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan tumor. Radiasi dilakukan dalam usaha menghancurkan jaringan-jaringan yang sudah terkena kanker.

Efek samping penyinaran adalah mual dan muntah, penurunan jumlah sel darah putih, infeksi/peradangan, reaksi pada kulit seperti terbakar sinar matahari, rasa lelah, sakit pada mulut dan tenggorokan, diare dan dapat menyebabkan kebotakan.

- Pengobatan dengan pembedahan

Pembedahan merupakan bentuk pengobatan kanker yang paling tua. Beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan jika dilakukan pada stadium dini.

- Pengobatan dengan terapi kombinasi

Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik merupakan kombinasi dari pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan untuk memperkecil ukuran tumor atau setelah pembedahan untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tersisa.

2. Pengobatan Herbal

Pengobatan herbal adalah suatu pengobatan menggunakan berbagai macam ekstrak dari tumbuh-tumbuhan (tanaman obat), contohnya, ekstrak dari keladi tikus (Extract Typhonium Flagelliforme) yang dikombinasikan dengan bahan alami lainnya yang diolah secara modern, yang dapat membantu detoxifikasi jaringan darah dan menstimulasi system kekebalan tubuh untuk bersama-sama memberantas sel kanker. Pengobatan herbal adalah salah satu alternatif pengobatan yang telah banyak terbukti keampuhannya selain pengobatan yang dilakukan secara modern/konvensional.

Penggunaan herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut, yaitu sebabagi berikut:
1. Konsep dari hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali)

2. Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.

3. Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.

4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel kanker.

Sumber : Dari berbagai sumber
Compiled by : www.cancerhelps.com - Obat Kanker

VII. Usaha Pencegahan Kanker dan Terapi Mental

Pencegahan Secara Umum

Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena kanker. Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang optimal.

Terapi Mental

Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam hal terapi mental untuk penderita kanker adalah :

  • Mengelola stress
  • Menyadari adanya stress
  • Dukungan moral pada pasien kanker
  • Tetap aktif dan bergembira
  • Berempati (mamahami beratnya beban mental yang dialami penderita untuk mendukung pemulihan kanker)
  • Optimis dalam menjalankan hidup
  • Buanglah dendam dan kebencian
  • Terapi doa (mendekatkan diri kapada Tuhan)


Sumber : Dari berbagai sumber
Compiled by : www.cancerhelps.com